Stikom Muhammadiyah Jayapura Telah Berganti Nama Menjadi Universitas Muhammadiyah Papua

 

“Stikom Muhammadiyah Jayapura Telah Berganti Nama Menjadi Universitas Muhammadiyah Papua”



Oleh : Siti Aminajamiah

 

Dilansir dari Kabarpendidikan.id bahwa saat ini Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Muhammadiyah Jayapura telah resmi berganti nama menjadi Universitas Muhammadiyah Papua.Wakil Ketua I Stikom Muhammadiyah Jayapura  Indah Sulistiani mengatakan “ surat keputusan perubahan status sudah keluar pada tanggal  6 Oktober 2020”.

SK Kemendikbud telah diserahkan melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV Papua dan Papua Barat kepada pimpinan Stikom Muhammadiyah Jayapura di Biak pada 13 Oktober 2020. Perubahan ini disambut baik oleh Wali Kota Jayapura  beliau mengatakan bahwasannya “apa yang dilakukan oleh tim dari Universitas Muhammadiyah ini sangat membanggakan, merupakan sejarah yang harus dicatat serta ini bukanlah hal biasa dan mudah dilakukan”.

 Stikom Muhammadiyah Jayapura  didirikan pada tanggal 26 September 2001 atau 19 tahun silam. Selama ini hanya memiliki dua program studi (prodi), yakni Strata-1 Ilmu Komunikasi dan Diploma-3 Hubungan Masyarakat. Pada Mei 2019 disetujui penambahan dua program studi, yakni Kewirausahaan dan Ilmu Lingkungan. Kemudian disetujui tiga prodi lainnya yaitu,Program Studi Ilmu Komputer, Psikologi, dan Hukum.

Ketujuh prodi masuk ke dalam dua fakultas, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora yang membawahi prodi Ilmu Komunikasi, Psikologi, dan Hukum. Kemudian Fakultas Sains dan Teknologi yang membawahi Prodi Komputer, Kewirausahaan, dan Lingkungan. Dengan perubahan tersebut, pastinya akan ada penambahan dosen dan bangunan penunjang. Kebutuhan mengikuti standar minimum akreditasi masing-masing program studi baru. “Akan ada lima dosen tetap di setiap program studi, karena ini adalah standar minimum, kami telah sediakan tambahan fasilitas ruang kuliah, laboratorium, perpustakan, dan sarana pendukung lainnya”.

Kampus tersebut telah memiliki fasiltas pendukung perkuliahan, seperti ruangan ‘micro teaching’, laboratorium untuk penyiaran radio, perpustakan, dan alat-alat untuk peliputan, seperti kamera syuting. Saat ini Universitas Muhammadiyah Papua memiliki 29 dosen ilmu komunikasi, 34 dosen luar biasa, dan sekitar 1.200 mahasiswa. Akreditasi Prodi Ilmu Komunikasi dan Hubungan Masyarakat masing-masing “B”. Sedangkan akreditasi tingkat universitas “C”.

Dengan perubahan status menjadi universitas sudah pasti pihak kampus akan melakukan peningkatan sumber daya dosen, tenaga nonkependidikan, dan sarana-prasarana. Setiap tahun rata-rata calon mahasiswa yang mendaftar tiap prodi 300 orang. Namun di masa pandemi tahun ini menurun menjadi 250 orang.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Papua mengaku sangat bangga dengan perubahan alih status kampusnya. Menurutnya, “Stikom Muhammadiyah merupakan kampus Islam di Tanah Papua yang kemudian mayoritas menerima mahasiswa Papua, khususnya mahasiswa dari pegunungan. Pihak kampus pun sering mengerti dan memberikan keringanan kepada mahasiswanya.”

Ketua BEM tersebut berharap Universitas Muhammadiyah Papua terus berkembang di Tanah Papua dan menghasilkan sarjana-sarjana yang unggul untuk membangun daerah “Selama ini kan Papua dianggap tertinggal, dengan adanya kampus ini kita dapat bersaing dengan teman- teman di Indonesia bagian lainnya”. Hal yang sama  juga diungkapkan oleh Ketua MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa) Universitas Muhammadiyah Papua. Ia mengaku bangga kampusnya berubah status. Beliau  menyampaikan terima kasih kepada rektor dan para dosen yang sudah bekerja keras.serta  berharap dengan perubahan tersebut para mahasiswa dapat lebih dilibatkan dalam kegiatan kampus dan kualitas perkuliahan semakin meningkat.

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Festival Mahasiswa Baru & Pelajar Indonesia 2021 (FMBPI) Orientasi Tingkat Nasional Pertama di Indonesia

Bangkitlah Indonesiaku